Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang- ..AKU dekat, berdoalah kepadaKU, niscaya AKU kabulkan..(2:186)
Comming Events
Short Messages
 Artikel
LOYALITAS TERHADAP PRODUK HALAL
Posted by TEUKU ADIB BARIQ MUZHAFFAR | Date 2017-10-09

LOYALITAS TERHADAP PRODUK HALAL

Saat ini produk halal menjadi hal penting dalam pemasaran global karena meningkatnya kesadaran konsumen mengenai pentingnya mengkonsumsi produk halal. Konsumen muslim hanya diperbolehkan mengkonsumsi produk halal sesuai hukum Islam demi menjamin kebaikan penanganan dan pemprosesan produk.

Undang-Undang Pangan No 7 tahun 1996 pada pasal 30 ayat 2 menyebutkan bahwa sebuah label harus memuat sekurang-kurangnya keterangan tentang pangan yang bersangkutan, nama produk, daftar bahan yang digunakan, berat bersih, isi bersih, dan alamat pihak yang memproduksi atau memasukkan pangan ke dalam wilayah Indonesia keterangan tentang halal, dan tanggal, bulan, dan tahun kadaluarsa. Peraturan perundang yang juga mengatur hal yang sama di Indonesia yang mengatur tentang produk halal:

• UU No.18 the 2012 tentang pangan

• UU No.33 the 2014 tentang jaminan produk halal

LPPOM MUI (Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia) merupakan lembaga sertifikasi halal Indonesia yang bekerja di tingkat provinsi, nasional, dan internasional yang dibentuk untuk menjalankan fungsi MUI dalam mengkaji kehalalan suatu produk pangan, obat, dan kosmetika dalam perspektif sains dan teknologi sebagai bahan dalam menetapkan status hukum atas suatu produk tersebut.

LPPOM MUI menerbitkan sertifikat halal sebagai fatwa tertulis atas status hukum kehalalan suatu produk. Sertifikat halal ini merupakan persyaratan dalam pencantuman label halal pada kemasan untuk produk yang beredar di Indonesia. Sertifikat halal yang sah di indonesia adalah sertifikat halal MUI dan sertifikat halal Masjlis Agama Resmi negara lain, seperti Majelis Ulama Islam Singapore (MUIS), Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM), The Central Islamic Comitte of Thailand (CICOT), dan lain-lain. Logo-logo mereka dapat dilihat dibawah ini.

 

Dengan mencantumkan label halal pada kemasan mereka, merek yang sudah memiliki label halal akan mendapatkan loyalitas dari konsumennya. Tidak adanya keraguan dalam memakai produk dari merek tertentu yang sudah terjamin kehalalannya menyebabkan konsumen enggan untuk beralih ke merek yang lain yang belum jelas status kehalalannya.

Seiring dengan semakin banyak juga konsumen yang beragama Islam yang menerapkan pentingnya gaya hidup halal di segala aspek kehidupan mereka dan menjadikan ”Halal is my life” sebagai slogan kehidupan sehari-hari, makin banyak produsen yang menyadari pentingnya menempelkan label halal pada produk mereka untuk memenangkan persaingan. Karena itu, trend positif yang telah kita amati selama ini ini diharapkan akan terus berlanjut.

Dengan demikian, kerja pemerintah melalui MUI dalam menjaga pemenuhan produk halal yang terus meningkat menjadi kenyamanan bagi konsumen. Slogan “Halal is my life” dalam kehidupan sehari-hari pun disadari bukan hanya oleh konsumen tetapi semua produsen, bahkan pemerintah sebagai bentuk loyalitas memberikan yang terbaik bagi produk yang digunakan semua pihak.

 

<< Kembali